Free Download Games, Movies, Software Here Planet Download
Free Download Novel, EBook, Adult Book, Adult Novel, Business and Marketing EBook, Political EBook, Religion EBook, MAgazine, Comic, Manga, Here Planet EBook
Tampilkan postingan dengan label Hermawan Aksan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hermawan Aksan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 18 November 2014

Niskala, Gajah Mada Musuhku (Update Link)

Author : Hermawan Aksa
Niskala, Gajah Mada Musuhku
Penyunting : Imam Risdiyanto
Cover : Andreas Kusumahadi
Penerbit : Bentang Pustaka
Cetakan Pertama, Juli 2008
289 halaman
Ebook (djvu) by syauqy_arr



Sinopsis

Anggalarang masih ingat dengan jelas, seakan-akan baru terjadi kemarin,atau kemarin dulu, tatkala wajah kakaknya, Dyah Pitaloka, memancarkan cahaya gemilang untuk menjemput kebahagiaan di tanah Jawa. Putri kesayangan Kerajaan Sunda itu slap bersanding dengan seorang raja besar, raja terbesar, dari Maja-pahit Wilwatikta, negeri terbesar di Dwipantara. Ah, putri tercantik bersanding dengan raja muda paling berwibawa, bukankah tak ada kebahagiaan yang bisa melebihinya?

Namun, mengapa ibu dan pamannya terkesan tak mau menceritakan apa yang terjadi pada ayah dan kakaknya di sana? Adakah sesuatu yang harus dikubur dalam-dalam? Adakah nista yang membuat kisah menyedihkan itu tak layak dipahaminya? Padahal ia adalah putra satu-satunya Prabu Maharaja, satu-satu-nya ahli waris takhta Kerajaan Sunda, dan bahkan kemudian bergelar Prabu Anom Niskala Wastu-kancana?

______________________________________

Dyah Pitaloka, Korban Ambisi Politik Gajah Mada (Update Link)

Author : Hermawan Aksa
Dyah Pitaloka, Korban Ambisi Politik Gajah Mada
Penyunting : Imam Risdiyanto
Cover : Andreas Kusumahadi
Pemeriksa Aksara : Lutfi Retno W.
Penata Aksara : Iyan Wibowo
Penerbit : Bentang Pustaka
Cetakan Pertama, Desember 2005
326 halaman
Ebook (djvu) by syauqy_arr



Sinopsis

Gajah Mada tidak ingin Kerajaan Sunda menjadi kerikil dalam Kerajaan Majapahit. Untuk melengkapi keberhasilannya menyatukan Nusantara, Majapahit harus menaklukkan Sunda. Bila kekuatan angkatan perang tidak mungkin, cara lainnya adalah melalui pernikahan.

Pernikahan Dyah Pitaloka dengan Raja Majapahit, bagi Gajah Mada, bukanlah perkawinan antara seorang raja dengan putri dari dua kerajaan, melainkan penyerahan upeti sebagai tanda takluk Kerajaan Sunda kepada Majapahit. Gajah Mada, melalui Sumpah Palapa, telah mengukuhkan simbol dirinya sebagai sosok patih yang ambisius.

Ambisinya itu tidak hanya membumihanguskan Kerajaan Sunda, juga dirinya sendiri. Pahlawan terbesar sepanjang sejarah Majapahit itu, orang yang pertama kali menyatukan seluruh Nusantara, akhirnya menjadi buronan negerinya sendiri. Nama besarnya runtuh karena hanya mementingkan ambisi dan mengabaikan sesuatu yang tak kalah besar: Cinta

___________________________________

Go to Page Hermawan Aksan