Free Download Games, Movies, Software Here Planet Download
Free Download Novel, EBook, Adult Book, Adult Novel, Business and Marketing EBook, Political EBook, Religion EBook, MAgazine, Comic, Manga, Here Planet EBook
Tampilkan postingan dengan label Serial Bu Kek Siansu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Serial Bu Kek Siansu. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 01 Maret 2014

BKS-03. Cinta Bernoda Darah (Full)

Author : Asmaraman S. Kho Ping Hoo
Serial Bu Kek Siansu,
03. Cinta Bernoda Darah (33 Jilid)
Penerbit : CV Gema
Cetakan Pertama, 1968
Ebook (pdf) by syauqy_arr



Sinopsis

Cinta Bernoda Darah adalah episode ke-3 dari serial Bu Kek Sian Su yang ditulis oleh Asmaraman S. Kho Ping Hoo. Cerita ini menyambung langsung kisah sebelumnya episode ke-2 Suling Emas. Cerita dalam episode ini nantinya akan dilanjutkan dalam episode berikutnya berjudul Mutiara Hitam.

Dalam episode ini, keluarga Kam (keluarga Suling Emas) akan meneruskan kiprahnya sebagai protagonis utama, sedangkan marga Suma baru akan memulainya, meski kebanyakan sebagai antagonis. Episode ini akan meneruskan kembali petualangan Pendekar Suling Emas Kam Bu Song.

Episode ini diawali beberapa tahun setelah episode sebelumnya. Di puncak Thai-san, awal musim semi, banyak berdatangan manusia yang mengharapkan sedikit petunjuk dari Bu Kek Siansu, termasuk di antaranya adalah tokoh-tokoh dari partai-partai ternama dunia persilatan. Namun ketenangan puncak menjadi ternoda saat tiba-tiba datang 3 orang dari Thian-te Liok-koai (Enam Setan Dunia), yaitu: Hek-giam-lo (Maut Hitam) Bayisan, It-gan Kai-ong (Raja Pengemis Mata Satu) Pouw Kee Lui, dan Siang-mou Sin-ni (Dewi Rambut Harum) Coa Kim Bwee. Mareka lantas membunuhi anggota dari partai-partai ternama itu hanya untuk kesenangan. Kim-siauw-eng (Pendekar Suling Emas) Kam Bu Song yang datang kemudian malah ditawur oleh ketiganya, meski secara diam-diam Bu Kek Siansu menolongnya dan membuat ketiga penjahat itu kabur. Bu Kek Siansu lantas menurunkan 2 ilmu baru kepada Kam Bu Song sesuai dengan wataknya sebagai orang lurus dan terpelajar. Setelah kepergian Kam Bu Song, ketiga penjahat itu muncul lagi dan meminta Bu Kek Siansu menurunkan ilmu yang sama dengan yang tadi diberikan pada Kam Bu Song. Namun karena dasar berbeda, mereka bukannya paham tapi malah menganggap Bu Kek Siansu mempermainkan mereka, marah karena itu, mereka menyerang Bu Kek Siansu dan merampas khim (kecapi) serta kitab Tiong Yong miliknya.

Beralih ke keluarga Kam di Ting-chun, lereng Cin-ling-san. Saat sedang melatih ketiga anaknya (Kam Bu Sin, Kam Sian Eng, dan anak angkatnya Yalina atau Lin Lin), tiba-tiba datang seteru cinta masa lalunya, Giam Sui Lok. Tahu tidak perlu melibatkan anak-anaknya, dia menyuruh mereka mendatangi suci-nya yang kini telah menjadi nikouw, Lai Kui Lan, sembari meminta kembali titipannya berupa kotak hitam. Tahu bahwa keadaan akan menjadi gawat jika Giam Sui Lok datang, Lai Kui Lan segera turun gunung beserta ketiga murid keponakannya. Tapi yang dijumpai justru adalah Giam Sui Lok, Kam Si Ek, dan Ciu Bwee Hwa yang telah terkapar bermandikan darah, meski begitu Ciu Bwee Hwa sempat berucap bahwa pembunuhnya adalah orang dalam peti mati yang membawa suling. Kotak hitam itu membuka rahasia bahwa ketiga anak itu mempunyai seorang kakak bernama Kam Bu Song dan Kam Si Ek ingin agar mereka bertiga mencarinya. Sayangnya sesampai di Wu-hai mereka bentrok dengan orang-orang Pek-ho-kai-pang (Perkumpulan Pengemis Bangau Putih) yang sering memeras penduduk. Akibatnya mereka mesti berurusan dengan Pouw Kee Lui Kai-ong, untungnya saat mereka dalam keadaan kritis, muncul Kam Bu Song yang membantu mereka sekilas sekaligus mengingatkan kesalahan Kai-ong pada Bu Kek Siansu., meski begitu, Kam Bu Sin dan Kam Sian Eng sempat menyerang kakaknya itu karena mencurigainya sebagai pembunuh orangtuanya, tapi Yalina tidak setuju dengan pendapat kedua kakak angkatnya itu. Tapi mereka kembali bingung antara apakah Pendekar Suling Emas adalah orang baik atau jahat saat kembali mereka menemukan pemburu-pemburu yang menjadi korban keganasan suara suling ....

(Sumber : Wikipedia Indonesia)
___________________________
Link Download (PDF)

Jilid 01 ** 
Jilid 02 **
Jilid 03 **
Jilid 04 **
Jilid 05 **
Jilid 06 **
Jilid 07 **
Jilid 08 **
Jilid 09 **
Jilid 10 **
Jilid 11 **
Jilid 12 **
Jilid 13 **
Jilid 14 **
Jilid 15 **
Jilid 16 **
Jilid 17 **
Jilid 18 **
Jilid 19 **
Jilid 20 **
Jilid 21 **
Jilid 22 **
Jilid 23 **
Jilid 24 **
Jilid 25 **
Jilid 26 **
Jilid 27 **
Jilid 28 **
Jilid 29 **
Jilid 30 **
Jilid 31 **
Jilid 32 **
Jilid 33 (Tamat) **

Yang bertanda (**)  sudah bisa diunduh

Go To Serial Bu Kek Siansu

Jumat, 31 Januari 2014

BKS-02. Suling Emas (Full)

Author : Asmaraman S. Kho Ping Hoo
Serial Bu Kek Siansu,
02. Suling Emas (35 Jilid)
Penerbit : CV Gema
Cetakan, 1969
Ebook (pdf) by syauqy_arr



Sinopsis

Suling Emas adalah episode kedua dari serial Bu Kek Sian Su yang ditulis oleh Kho Ping Hoo. Cerita ini menyambung langsung kisah sebelumnya yang merupakan pembuka kisah ini. Cerita dalam episode ini nantinya akan dilanjutkan dalam episode berikutnya berjudul Cinta Bernoda Darah.

Dalam episode ini, keluarga Kam (keluarga Suling Emas) akan memulai kiprahnya sebagai protagonis utama.
Suling emas sendiri merupakan senjata sakti yang pertama kali dimunculkan dalam serial ini. Terbuat dari emas murni dan dibuat dengan menggunakan teknik khusus sehingga mampu menandingi senjata tajam sekalipun. Fungsinya semakin komplit setelah Bu Kek Sian Su menciptakan ilmu-ilmu yang khusus dipadukan dengan suling sehingga senjata ini bahkan lebih menakutkan daripada senjata yang mengandalkan ketajaman.

Episode Suling Emas mengisahkan tentang murid dari Bu Kek Sian Su (manusia setengah dewa) yang dijuluki Kim-mo Eng (Setan Berhati Emas). Julukan ini memang sesuai dengan watak Kim Mo Eng yang memiliki nama asli Kwee Seng. Dia memiliki gerakan silat seperti setan dan memiliki hati seperti emas karena suka menolong yang lemah. Ilmu silat yang dia pelajari dan telah disempurnakan oleh Bu Kek Sian Su adalah ilmu silat dengan menggunakan senjata dari suling dan kipas. Kim-mo Eng jatuh cinta pada seorang gadis yang bernama Liu Lu Sian, tetapi cintanya ini bertepuk sebelah tangan sehingga membuat dirinya kecewa. Kim-mo Eng memiliki seorang murid yang bernama Kam Bu Song, yang merupakan anak dari Liu Lu Sian. Kam Bu Song inilah yang akhirnya memiliki julukan Suling Emas. Dia memiliki seluruh ilmu Kim-mo Eng, dan mendapatkan beberapa petunjuk ilmu silat dari Bu Kek Sian Su. Episode ini juga menceritakan sepak terjang Kim-mo Eng dan muridnya Suling Emas dalam memberantas kejahatan.

(Sumber : Wikipedia Indonesia)
___________________________
Link Download (PDF)

Jilid 01 ** 
Jilid 02 **
Jilid 03 **
Jilid 04 **
Jilid 05 **
Jilid 06 **
Jilid 07 **
Jilid 08 **
Jilid 09 **
Jilid 10 **
Jilid 11 **
Jilid 12 **
Jilid 13 **
Jilid 14 **
Jilid 15 **
Jilid 16 **
Jilid 17 **
Jilid 18 **
Jilid 19 **
Jilid 20 **
Jilid 21 **
Jilid 22 **
Jilid 23 **
Jilid 24 **
Jilid 25 **
Jilid 26 **
Jilid 27 **
Jilid 28 **
Jilid 29 **
Jilid 30 **
Jilid 31 **
Jilid 32 **
Jilid 33 **
Jilid 34 **
Jilid 35 (Tamat) **

Yang bertanda (**)  sudah bisa diunduh

Go To Serial Bu Kek Siansu

Selasa, 31 Desember 2013

BKS-01. Bu Kek Siansu (Full)

Author : Asmaraman S. Kho Ping Hoo
Serial Bu Kek Siansu,
01. Bu Kek Siansu
Penerbit : CV Gema
Ebook (pdf) by syauqy_arr



Sinopsis

Bu Kek Siansu adalah episode pertama yang membuka serial saga fiksi karya besar dari pengarang serial silat Indonesia Asmaraman S. Kho Ping Hoo. Judul cerita ini adalah sebuah nama julukan dari karakter protagonis yang bernama Kwa Sin Liong. Ia dikisahkan pada masa kecilnya disebut "Anak Ajaib" (Sin Tong) karena dalam usianya yang amat muda telah memiliki kepandaian dalam mengobati berbagai penyakit. Kebiasaannya menjemur diri di sinar matahari pagi dan di bawah terangnya bulan purnama, menguatkan tulang dan membersihkan darahnya sehingga menarik minat kaum datuk persilatan untuk mengangkatnya menjadi murid. Perebutan atas diri bocah ajaib yang bernama Kwa Sin Liong, anak tunggal dari Keluarga Kwa di kota Kun-Leng, akhirnya dimenangkan oleh Pangeran Han Ti Ong. Seorang sakti keturunan raja yang bertempat tinggal di sebuah tempat yang mendekati dongeng di laut utara, yang dikenal di kalangan kangouw (sungai-telaga) dengan nama Pulau Es.

Kwa Sin Liong menjadi pewaris Pulau Es, setelah kerajaan yang dipimpin Han Ti Ong musnah disapu banjir besar (tsunami?). Karena kemampuan silat dan filsafatnya yang tak terukur nalar, dia kemudian dijuluki Bu Kek Siansu dan dilegendakan sebagai manusia setengah dewa. Dia punya kebiasaan menurunkan satu jenis ilmu silat setiap awal musim semi, tanpa membedakan siapapun yang beruntung mendapat petunjuknya, sesat atau lurus.

Namun secara resmi Bu Kek Siansu hanya mempunyai tiga orang murid, yakni Kwee Seng, Kam Bu Song dan Kam Han Ki. Tokoh lain yang beruntung mendapat petunjuk darinya meski tidak secara langsung ada juga seperti Maya dan Khu Siauw Bwee. Tokoh legenda ini terakhir kali muncul di kangouw pada episode Istana Pulau Es.

(Sumber : Wikipedia Indonesia)