Free Download Games, Movies, Software Here Planet Download
Free Download Novel, EBook, Adult Book, Adult Novel, Business and Marketing EBook, Political EBook, Religion EBook, MAgazine, Comic, Manga, Here Planet EBook
Tampilkan postingan dengan label Gajah Mada. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Gajah Mada. Tampilkan semua postingan

Rabu, 09 Juli 2014

Gajah Mada : Perang Bubat - Langit Kresna Hariadi

Gajah Mada : Perang Bubat - Langit Kresna Hariadi
Download eBook Gratis Gajah Mada 4 : Perang Bubat oleh Langit Kresna Hariadi adalah salah satu tonggak sejarah yang amat penting, kisahnya menjadi pewarna perjalanan Nusantara. (Perang Bubat) Perang yang mengawali kehancuran Majapahit itu menyisakan luka yang amat dalam bagi Jawa dan Sunda. Ini adalah akhir konflik kerajaan Majapahit dan Sunda Galuh, sekaligus kesalahan fatal Mahapatih Gajah Mada di akhir karier-nya yang gilang gemilang.

Sumber permasalahannya sebenarnya adalah kecantikan yang membawa luka. Adalah seorang sekar kedaton Sunda Galuh bernama Dyah Pitaloka Citraresmi memiliki kecantikan yang luar biasa yang terdengar hingga pelosok nusantara. Pada saat itu pula, Prabu Hayam Wuruk sudah cukup umur untuk memiliki seorang permaisuri. Tim intelijen dikerahkan untuk mencari gadis cantik yang cocok dijadikan isteri sang raja, dan salah satunya adalah Dyah Pitaloka.

Namun demikian, ketika antar keluarga saling menyetujui, Mahapatih Gajah Mada memiliki pemikiran lain. Ia memandang bahwa Sunda Galuh harus takluk saat itu juga dan Dyah Pitaloka dianggap sebagai putri seserahan, bukan sebagai calon isteri yang berderajat sama. Perang berkobar yang berujung pada bunuh dirinya Dyah Pitaloka, menyebabkan konflik pribadi Prabu Hayam Wuruk dengan Gajah Mada.
eBook Gajah Mada : Perang Bubat ini merupakan buku ke-4 dari 5 seri Gajah Mada dari karya penulis Langit Kresna Hariadi

1. Gajah Mada 1 : Gajah Mada 
2. Gajah Mada 2 : Bergelut dalam Kemelut Takhta dan Angkara
3. Gajah Mada 3 : Hamukti Palapa
4. Gajah Mada 4 : Perang Bubat
5. Gajah Mada 5 : Madakari Pura Hamukti Moksa

Dyah Pitaloka Citraresmi tersudut karena tidak mampu mengelak dari pinangan yang diajukan Raja Hayam Wuruk. Dyah Pitaloka mau menerima pinangan Prabu Hayam Wuruk dengan catatan bahawa dirinyalah nanti yang akan diangkat menjadi raja menggantikan ayahandanya. Syarat itu ternyata dipenuhi.

Namun, Dyah Pitaloka yang telah terlanjur jatuh cinta kepada Saniscara mendapati sosok itu ternyata hanyalah seorang laki-laki pengecut yang tidak mau bertindak dan hanya kebingungan saat Sekar Kedaton Sunda Guluh itu mempersembahkan jiwa dan raganya.

Mengapa Dyah Pitaloka Sampai Bunuh Diri?
Nampaknya tidak ada sumber sejarah yang menerangkan hingga detail apa motivasi Dyah Pitaloka bunuh diri. Pemahaman umum yang berkembang adalah karena putus asa karena semua keluarganya yang bertempur dengan gagah berani telah dibunuh pasukan Bhayangkara Majapahit. Celah ini, seperti ketika novel-novel bercerita tentang kisah cinta Gayatri (permaisuri Rajapatni — isteri Raden Wijaya/Kertarajasa Jayawardhana), dimanfaatkan oleh penulis untuk memasukkan drama romantis yang tragis.

Langit Kresna Hariadi, dalam novel Perang Bubat, mengisahkan bahwa Dyah Pitaloka sebenarnya sudah terlanjur jatuh cinta kepada seorang rakyat jelata bernama Saniscara. Saniscara telah menumpahkan perasaan cintanya dengan cara yang paling mengagumkan yang bisa dibayangkan wanita mana pun: lukisan. Goresan-goresan dalam kanvasnya ditorehkan dengan penuh gairah. Dan ternyata cinta yang paling murni dari dua anak manusia ini bersambut, tetapi tidak mungkin bersatu karena faktor politik dan kedudukan serta derajat yang berbeda. Ini memberikan ruang bagi pembaca untuk bereksplorasi tentang apakah cinta harus dihalangi oleh norma-norma seperti itu.

Saya membayangkan, biar bagaimanapun juga, Dyah Pitaloka adalah seorang putri raja. Saya membayangkan ia adalah gadis yang dewasa (kenapa novel selalu melukiskan putri raja itu cantik dan manja?). Ia menyadari ia adalah kunci politik yang berharga dalam hubungan diplomatik dua negara. Jika pernikahannya dengan Prabu Hayam Wuruk bisa menyelamatkan Sunda Galuh dari posisi takluk sebagai negara jajahan, ia akan menekan segala perasaan dan mengutamakan kepentingan rakyatnya di atas kepentingan cinta pribadinya. Toh, Prabu Hayam Wuruk kan raja yang tampan juga.

Jika ternyata kemudian ia telah ditelikung, dicurangi oleh Mahapatih Gajah Mada, dan keluarganya habis terbunuh, harga dirinya lah yang membuat ia lebih baik mati daripada harus menjadi putri seserahan. Jika keluarganya telah bersikap patriotik heroik, mengapa ia tidak melakukan jalan yang sama? Berdasarkan ini, saya memaklumi putri Sunda yang cantik itu mengambil keris kecil dan menusuk dadanya sendiri.
Baca Juga : Sejarah Lengkap Gajah Mada

Tinggal Prabu Hayam Wuruk yang termenung sendirian. Ia memang telah dibakar oleh cinta pada pandangan pertama. Bagaimana pun juga, ia adalah negarawan yang masih berusia pemuda. Masih bergejolak. Itulah awal konfliknya dengan Gajah Mada. Dan mundurnya Gajah Mada dari kancak politik membuat Majapahit tidak menemukan negarawan sehebat dirinya. Itulah awal kemunduran kejayaan Majapahit yang akhirnya runtuh dan digantikan rezim kerajaan-kerajaan Islam (Demak Bintoro).

Gajah Mada - Langit K. Hariadi

Gajah Mada - Langit K. Hariadi
Download eBook Gratis Gajah Mada Setting pada novel ini adalah pemerintahan Jayanegara yang dikudeta oleh Ra Kuti. Ra Kuti adalah sebutan/singkatan dari Rakrian Kuti, sebuah anugerah dari Prabu Jayanegara menjadikan namanya menjadi Rakrian Dharma Putra Winehsuka.

Dikisahkan pada jaman ini Gajah Mada masih seorang bekel, sebuah pangkat ketentaraan di bawah senopati. Dengan pangkat tersebut Gajahmada menduduki jabatan pimpinan bhayangkara, sebuah pasukan khusus yang melindungi istana, raja dan keluarganya.

eBook Gajah Mada ini merupakan buku ke-1 dari 5 seri Gajah Mada dari karya penulis Langit Kresna Hariadi

1. Gajah Mada 1 : Gajah Mada
2. Gajah Mada 2 : Bergelut dalam Kemelut Takhta dan Angkara
3. Gajah Mada 3 : Hamukti Palapa
4. Gajah Mada 4 : Perang Bubat
5. Gajah Mada 5 : Madakari Pura Hamukti Moksa

Seluk beluk kelicikan Ra Kuti di novel ini mengingatkan saya akan tokoh Ramapati dan kelicikan Rawedeng dalam memberontak, bermuka dua beserta segala kelicikannya. Dengan menghasut beberapa temenggung dan beberapa panglima kesatrian Ra Kuti menggulingkan Jayanegara, namun atas kecerdikan Gajah Mada dan bantuan Patih Arya Tadah sang raja dan keluarganya berhasil diselamatkan oleh Gajah Mada dan bayangkaranya, dan terpaksa diungsikan dari istana, istana Bale Manguntur di Mojokerto.

Isi novel kemudian mengisahkan kepiawaian Gajah Mada dalam memimpin bayangkaranya, meloloskan dan mengungsikan Prabu Jayanegara, mendeskripsikan hancurnya tatanan pemerintahan dan masyarakat, mengisahkan dendam kebencian Ra Kuti kepada Gajah Mada dan Jayanegera, serta intrik bayangkara disusupi pengkhianatan yang cukup merepotkan Gajah Mada.


Penulis dengan lancar menceritakan alur kejadian, penuh dengan kosakata kemiliteran pada waktu itu, seperti deskripsi istana, struktur kemiliteran, persenjataan dan taktik perang seperti brubuh, cakrabyuha, diradameta, supit urang dan banyak lagi. Buku Gajah Mada 1 ini disarankan untuk dibaca oleh Brigjen (purnawirawan) H. M. Lintang Waluyo atas faktor-faktor sistem kemiliteran yang diangkat oleh sang penulis.

Bagaimana akhir cerita novel ini? Berhasilkah Gajah Mada dan bhayangkaranya mengembalikan kekuasaan Majapahit kepada Jayanegara?



Senin, 07 Juli 2014

Gajah Mada : Hamukti Palapa - Langit K. Hariadi

Gajah Mada : Hamukti Palapa
Download eBook Gratis Gajah Mada : Hamukti Palapa - Langit K. Hariadi. Entah ilham dari mana yang merasuki jiwa dan pikiran Gajah Mada hingga ia begitu terobsesi untuk mengikat serakan pulau yang sedemikian banyak dan luas dalam wadah Nusantara di bawah panji¬panji Majapahit Entah keteguhan macam apa yang dimiliki Gajah Mada hingga tanpa keraguan sedikit pun ia berani bersumpah untuk meninggalkan segala kesenangan hidup dan menjalani penderitaan tanpa ujung sampai sumpahnya mewujud dalam kebesaran Majapahit.

Bahkan, Indonesia berutang pada sumpah sang Mahapatih ini dengan mewarisi keluasan wilayah yang dulu berhasil dipersatukannya di dalam negara Majapahit. Untaian zamrud khatulistiwa yang sekarang kita banggakan sebagai Indonesia adalah jejak keberhasilan yang ditinggalkan Gajah Mada.

eBook Gajah Mada : Hamukti Palapa merupakan buku ke-3 dari 5 seri Gajah Mada dari karya penulis Langit Kresna Hariadi

1. Gajah Mada 1 : Gajah Mada
2. Gajah Mada 2 : Bergelut dalam Kemelut Takhta dan Angkara
3. Gajah Mada 3 : Hamukti Palapa
4. Gajah Mada 4 : Perang Bubat
5. Gajah Mada 5 : Madakari Pura Hamukti Moksa

Sumpah Palapa begitu magis dan mencengangkan. Betapa tidak, ketika ditelisik perjalanan hidupnya, Mahapatih Amangkubumi Gajah Mada ternyata awalnya bukan siapa-siapa dan mengawali kariernya dari tataran paling bawah. Namun, loyalitas dan totalitas pengabdian pada negara yang bermuara pada keberaniannya mengucapkan sebuah sumpah sekaligus mengejawantahkan sebuah gagasan yang cerdas, progresif, dan revolusioner mengantarkannya meraih puncak pencapaian politiknya.

Baca Juga : Sejarah Lengkap Gajah Mada

Gajah Mada, Hamukti Palapa, inilah kisah yang menggetarkan. Ambisi kekuasaan bertaut dengan kisah masa silam, teka-teki, dan misteri hilangnya benda-benda pusaka istana (cihna nagara, songsong Udan Riwis, dan mahkota yang dimitoskan sebagai sarang wahyu kedaton) menjadikan kisah ini begitu hidup, naik turun, dan tentu saja memikat. Selamat bertualang di padang imajinasi dalam bingkai kesejarahan.

Minggu, 06 Juli 2014

Gajah Mada : Bergelut Dalam Kemelut Tahta Dan Angkara.- Langit K. Hariadi

Gajah Mada :.Bergelut Dalam Kemelut Tahta Dan Angkara
Download eBook Gratis Gajah Mada : Bergelut Dalam Kemelut Tahta Dan Angkara. Perebutan kekuasaan dan intrik-intrik politik di tataran elite yang akhirnya menjebak rakyat yang tidak berdaya menjadi korban ternyata bukan persoalan aktual yang baru muncul sebagai persoalan manusia modern. Bahkan berabad yang lalu, ketika Majapahit dengan megah bertakhta di tanah Jawa, konspirasi politik tingkat tinggi pun telah dengan kompleks menjadi bagian realitas kehidupan di dalamnya.

eBook Gajah Mada :Bergelut Dalam Kemelut Tahta Dan Angkara ini merupakan buku ke-2 dari 5 seri Gajah Mada dari karya penulis Langit Kresna Hariadi


1. Gajah Mada 1 : Gajah Mada
2. Gajah Mada 2 : Bergelut dalam Kemelut Takhta dan Angkara
3. Gajah Mada 3 : Hamukti Palapa
4. Gajah Mada 4 : Perang Bubat
5. Gajah Mada 5 : Madakari Pura Hamukti Moksa

Makar Ra Kuti berhasil diberangus. Waktu telah berlalu sembilan tahun hingga luka-luka yang ditimbulkan akibat nafsu kuasa yang tak terkendali dari para Dharmaputra Winehsuka dapat disembuhkan dan kesejahteraan kawula dipulihkan. Akan tetapi, lakon Gajah Mada masih sangat jauh dari tuntas. Karena godaan kekuasaan yang menyebabkan rusaknya tatanan, sekali lagi terjadi, memupus perjalanan hidup Jayanegara dan kembali membenamkan Gajah Mada ke dalam arus deras perebutan kekuasaan atas singgasana Majapahit.

Bagaimana sepak terjang sang kesatria Gajah Mada dalam menyelamatkan Majapahit dari kehancuran? Konflik-konflik macam apa yang mewarnai perebutan kekuasaan atas Majapahit sepeninggal Jayanegara? Pihak-pihak mana saja yang ikut bermain di dalamnya? Kembali Langit Kresna Hariadi (dengan segala kepiawaiannya) menuturkannya untuk Anda.

Sebagaimana pendahulunya (Gajah Mada), Gajah Mada, Bergelut dalam Kemelut Takhta dan Angkara ini bukan sekadar cerita yang tumbuh dan besar dari ranah imajinasi. Sebagai karya sastra, novel ini mempunyai kekuatan yang sangat menjebak, tidak hanya dalam arti memberi keasyikan imajinatif dalam menikmati, tetapi hasil dari proses membaca pun akan begitu mengagetkan. Novel ini berkesanggupan ”memaksa” pembaca untuk ikut terlibat secara langsung dalam jalinan cerita di dalamnya, memecahkan teka-teki yang tersaji, dan membuka simpul misteri atas apa yang terjadi.

Detail-detail sejarah yang diramu sedemikian apik tanpa kesan menggurui masih juga menjadi kekuatan dari novel ini. Gajah Mada, Bergelut dalam Kemelut Takhta dan Angkara yang begitu kaya perspektif (historis, sosiologis, antropologis), namun dituturkan dengan begitu cair adalah media yang sangat atraktif yang mampu membawa pembaca untuk berwisata dan lebur dengan zaman lampau serta menghayati kembali peristiwa-peristiwa penting dalam perjalanan sejarah Majapahit. Jadi, meskipun novel ini dibaca tanpa pretensi untuk belajar hasil akhirnya akan sangat memperkaya wawasan.

Baca Juga : Sejarah Lengkap Gajah Mada

Terima kasih tak terhingga kami ucapkan kepada Anda, yang telah memberikan apresiasi yang sangat baik terhadap Gajah Mada, novel terdahulu kami, dan sangat antusias menunggu kelanjutan kisahnya. Kepada Andalah Gajah Mada, Bergelut dalam Kemelut Takhta dan Angkara ini kami persembahkan.